Terapi untuk ASAM URAT
Mencegah dan Mengatasi ASAM URAT
Meski tak terlalu membahayakan,
seseorang yang menderita asam urat / hiperuricernia pasti kerap
mengeluh. Apabila kondisi parah, penderita akan mengalami bengkak
pada sendi-sendi yang terkena asam urat. Bagian tersebut memerah,
terasa panas dan nyeri sekali pada malam dan pagi hari. Gangguan ini
disebabkan oleh meningkatnya kadar asam urat dalam darah secara tak
wajar.
Awal mula munculnya Asam Urat
Setiap manusia pasti mengandung asam
urat dalam darahnya. Asam urat merupakan sisa-sisa metabolisme zat
purin yang berasal dari makanan yang dikonsumsi seseorang. Dapat
juga berasal dari hasil samping pemecahan sel-sel dalam darah. Pada
manusia sehat, asam urat akan dikeluarkan melalui feses dan urin.
Tetapi kalau ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat, maka kadar
dalam darah akan meningkat. Asam urat yang berlebih akan terkumpul
di persendian, sehingga menyebabkan rasa nyeri dan bengkak.
Gejala Asam Urat:
Kesemutan dan linu
Nyeri terutama malam hari atau
pagi hari saat bangun tidur
Sendi yang terkena asam urat
terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam
dan pagi.
Terapi Detoksifikasi Untuk Asam Urat
Mengkonsumsi Trace
Mineral Drops (20-30 tetes/ hari , dengan dosis bertahap)
Mengkonsumsi Maxim-1
(2 tablet / hari selama 30 hari)
Terapi dapat dibantu dengan
penggunakan Mori-No-Ki pada
telapak kaki dan bagian yang sakit / bengkak sebelum tidur
Setelah penggunaan Maxim-1 selama
30 hari, dilanjutkan dengan terapi AX
/Arth-X (3 x 2 tablet / hari) yang tetap dibarengi
penggunaan Trace Mineral Drops
Yang perlu diketahui:
Pada awal terapi (1-5 hari)
memungkinkan timbulnya reaksi pada saat pembersihan asam urat dalam
darah dan persendian seperti rasa nyeri di persendian, sering buang
air kecil / besar dan keringat berlebih
Banyak minum air putih untuk
membantu proses pembuangan purin.
Makanan yang perlu dihindari untuk
penderita asam urat :
Jeroan, Hati, Ginjal, Limpa,
Babat, Usus, Paru dan Otak
Makanan Laut seperti udang,
kerang, cumi, kepiting
Makanan kaleng seperti sarden dan
kornet
Daging, telur, kaldu daging yang
kental
Kacang-kacangan seperti kedelai,
kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo,emping
Sayuran seperti daun bayam,
kangkung, daun singkong, asparagus, kembang kol, buncis
Buah-buahan durian, alpukat,
nanas, air kelapa
Minuman / makanan beralkohol
seperti bir, wiski, anggur, tape
Hindari makanan yang digoreng dan
bersantan.